Studi Identifikasi Sebaran Permukiman Etnik Di Ternate

by

Sherly Asriany1, Anthonius F.Raffel2, Arham Munir3, Muh.Muzni Harbelubun4, Ridwan5

1,2,3 Permukiman dan Lingkungan, Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Khairun.
4 Desain Sistem Mekanikal, Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Khairun.
5 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun.

https://doi.org/10.32315/jlbi.9.1.14

Abstrak

Indonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai keragaman etnis terbesar di dunia, dengan 931 suku, 600 bahasa daerah, dan jenis kekayaan budaya lainnya. Permukiman sebagai salah satu hasil fisik kebudayaan masyarakat Indonesia. Peran nilai-nilai solidaritas yang ada pada masyarakat menunjukkan bahwa permukiman etnik tidak terlepas dari pengaruh sosial budaya. Elaborasi bentuk sosial dan budaya ke dalam lingkungan tercermin dari identitas bentuk fisik ruang. Ada saling keterkaitan antara fisik, sosial, dan budaya dalam membentuk morfologi permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran permukiman etnik yang ada di Ternate, Maluku Utara. Penelitian ini berada dalam paradigma naturalistik. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan antara lain melalui: survei, observasi, wawancara, fotografi dan skeksa, serta kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi (triangulation analysis). Adapun temuan dari penelitian ini adalah sebaran permukiman etnik di Ternate. Sedangkan benteng Fort Oranje, Masjid Sultan, dan Kadaton Sultan sebagai pengikat diantara permukiman etnik yang ada di Ternate.

Kata-kunci: Kampung Arab, Kampung Buton, Kampung Cina, Kampung Makassar, Kampung Palembang, Kampung Sarani.

Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia 9 (1), 14-25
Download PDF

Daftar Pustaka

  1. Altman, I., & Chemers, M. (1980). Culture and Environment, Brooks/Cole, Publishing, California.
  2. Asriany, S., dkk., (2014). Analisis Peran Ruang Publik Inklusif Pada Kawasan Adat Dalam Upaya Pelestarian Kawasan Adat (Studi Kasus: Desa Sahu, Halmahera Barat), Laporan Penelitian Fundamental (tidak dipublikasikan), Univ. Khairun, Ternate.
  3. Asriany, S., dkk., (2015). Sejarah Masjid Sultan Moloku Kie Raha, Pustaka Refleksi, Makassar.
  4. Barliana, M. S. (2010). Arsitektur, Komunitas, dan Modal Sosial, Metatekstur, Bandung.
  5. Carmona, et. al. (2003). Public Place-Urban Space, The Dimension of Urban Design, Architectural Press.
  6. Darjosanjoto, E. T. S., (2006), Penelitian Arsitektur Di Bidang Perumahan dan Permukiman, ITS Press, Surabaya.
  7. Golany, Gideon. S. (1995). Ethics and Urban Design: Culture, Form and Environment, John Wiley and Sons, Inc., New York.
  8. Groat & Wang (2002). Architectural Research Method, John Wiley and Sons, Inc., USA.
  9. Hillier, Bill., Hanson, Julienne, (1984). The Social Logic of Space, Cambridge University Press, London.
  10. Hillier, Bill, (1996), Space is The Machine: A Configurational Theory of Architecture, Cambridge, University Press, Cambridge.
  11. Koentjaraningrat (1995). Pengantar Ilmu Antropologi, Aksara Baru, Jakarta.
  12. Lefebvre, H. (1991). The Production of Space, Blackwell Oxford, UK and Cambridge, USA.
  13. Madanipour, A. (1996). Design of Urban Space: In Inquiri Into a Socio-Spatial Process, John Wiley and Sons, New York.
  14. Muhadjir, N. (1989). Metode Penelitian Kualitatif, Rake Sarasin, Yogyakarta.
  15. Purnomo, A. B. (2009). Teknik Kuantitatif Untuk Arsitektur dan Perancangan Kota, Rajawali Press, Jakarta.
  16. Rapoport, A. (1997). System of Activities and System of Setting: Domestic architectural and The Use of Space, An Interdisciplinary Cross-Cultural Study, S.Kent., University Press, UK., Cambridge.
  17. Rapoport, A. (2005). Culture, Architecture and Design, Locke Science Publishing Company, Inc., Chicago.
  18. Said, R. M. (2016). Ternate Dari Ibukota Karesidenan Hingga Ibukota Swatantra (1866-1958), Tesis Pascasarjana, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Bandung.
  19. Schulz, C. N. (1985). The Concept of Dwelling, Rizolli, New York.
  20. Steadman, J. P. (1989). Architectural Morphology, Pion Limited, London.
  21. Synder, J. (1984). Architecture Research, Van Nostrand Reinhold, New York.