Strategi Adaptasi Model Rumah Panggung Permukiman Tepi Sungai Musi Palembang

by

Bambang Wicaksono1, Ari Siswanto2, Widya Fransiska Febriati Anwar3, Susilo Kusdiwanggo4

1 Program Studi S3 (Doktor) Ilmu Teknik BKU Arsitektur Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya/Lab Perumahan Permukiman Prodi Perencanaan Wilayah Kota Fakultas Teknik Universitas Indo Global Mandiri Palembang.
2,3 Lab Permukiman, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
4 Lab Arsitektur Nusantara, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

https://doi.org/10.32315/jlbi.9.1.8

Abstrak

Bentuk eksistensi rumah di tepi sungai Musi berupa rumah-rumah panggung. Perkembangan rumah panggung tepi Sungai Musi di pengaruhi peranan eksistensi sungai Musi. Pilihan membangun rumah panggung merupakan bentuk adaptasi masyarakat yang tinggal dan menetap pada permukimannya. Berbagai strategi adaptasi oleh masyarakat tidak terlepas dari kondisi tanah dan kondisi geografi sungai Musi yang selalu tergenang air. Ketinggian tiang rumah tersebut merupakan salah satu strategi adaptasi terhadap pasang-surut air sungai Musi pada musim hujan. Kondisi sungai Musi mengalami perubahan oleh geografi sungai cenderung membuat masyarakat berupaya mengatur kondisi tersebut (Adjustment) agar dapat memenuhi kebutuhan penghidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya dari kecenderungan masyararakat permukiman tepi sungai Musi dalam beradaptasi dengan lingkungan yang di atur oleh alam dan upaya merubah lingkungan sebagai cara mempertahankan lingkungan permukiman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur. Analisis dilakukan secara kualitatif pada variabel bangunan, masyarakat, dan produk dari identifikasi permukiman tepi sungai. Hasilnya menunjukkan bahwa rumah di tepi sungai mengalami perubahan fisik pada bangunan, baik dari segi fungsi maupun bahan bangunan.

Kata-kunci : Permukiman; Adaptasi; Rumah Panggung; Strategi; Tepi Sungai

Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia 9 (1), 8-13
Download PDF

Daftar Pustaka

  1. Bell, P. A., Greene, T., Fisher, J. D., & Baum. A. (2001). Environmental Psychology (5th edition). Belmont, CA: Harcourt College Publisher
  2. Bennet, J. W. (1976). The Ecological Transition, Cultural Anthropology and Human Adptation. Oxford: Pergamon Press.
  3. Creswell, J. W. (2008). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: Sage Publications, Inc.
  4. Helmi, A. & Satria, A. (2012). Strategi Adaptasi Nelayan Terhadap Perubahan Ekologis (Fisherman Adaptation Strategy to Ecological Change). J. Makara, Sosial Humaniora. 161. 68-78.
  5. Purwanto, E., & Gultom, J (2013). Typo-Morphological Study of Settlement at Riverside, Case: Settlement at Arut Riverside in Pangkalan Bun at West Kotawaringin region, Central Kalimantan Province. J. Tesa, 112, 77-91
  6. Purwanto, E., & Darmawan, E. (2018). The adaptation strategy of dwelling in the riverside settlement of the Arut River in Pangkalan Bun City, West Kotawaringin Regency, Central Kalimantan. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 213 012033
  7. Rahmadi, D. K. (2009). Permukiman Bantaran Sungai: Pendekatan Penataan Kawasan Tepi Air. Buletin Tata Ruang (Spatial Bulletin) September – October 2009 Edition
  8. Rahmasari, L. (2011). Strategi Adaptasi Perubahan Iklim Bagi Masyarakat Pesisir. J. Sains & Teknologi Maritim. 101, 1-11
  9. Rochgiyanti (2011). Fungsi Sungai Bagi Masyarakat di Tepian Sungai Kuin Kota Banjarmasin, J. Komunitas. 3 (1).
  10. Suharto, E. (2002). Coping Strategies dan Keberfungsian Sosial: Mengembangkan Pendekatan Pekerjaan Sosial dalam Mengkaji dan Menangani Kemiskinan. Seminar Paper, IPB Bogor 17 December 2002