Menemukenali Karakter Konstruksi Hunian Masyarakat Rejang di Desa Gunung Alam, Kabupaten Lebong

by

Panji Anom Ramawangsa1, Atik Prihatiningrum2, Akhdan Haidi3

1 Perancangan Arsitektur, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu.
2 Perancangan Kota, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu.
3 Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu.

https://doi.org/10.32315/jlbi.9.1.36

Abstrak

Bangunan vernakular yang ada di nusantara merupakan arsitektur yang lahir, tumbuh, dan berakar dari tradisi serta masyarakat etnik. Pada pemukiman di Desa Gunung Alam, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong yang dihuni oleh Suku Rejang Asli dan keturunannya. Di Desa Gunung Alam terdapat hunian dengan orientasi bangunan menghadap ke jalan, memiliki bentuk denah yang sederhana berbentuk persegi panjang memanjang ke belakang, tata ruang yang simetri, dan sistem bangunan panggung yang tetap kokoh dan bertahan hingga saat ini walaupun telah mengalami guncangan gempa bumi berkekuatan tinggi serta ancaman banjir. Mengenal dan mendeskripsikan konstruksi hunian masyarakat Rejang dalam konteks mitigasi Rejang akan memperkaya pengetahuan mengenai perwujudan arsitektur lokal yang adaptif dengan alam dan iklim daerah Bengkulu.

Kata-kunci : Hunian, Karakter, Konstruksi, Masyarakat Rejang

Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia 9 (1), 36-40
Downlaod PDF

Daftar Pustaka

  1. Asmal, I., Ali, M. & Amin, S. (2016). Representative House Concerning with the Environment and Community Activities at Aeng Batu Coastal Village North Galesong Takalar South Sulawesi. Prosiding International Seminar on 8th Vernacular Settlements Makasar.
  2. Basri, M. (2017). Elemen-elemen Arsitektur Vernakular dalam Analisa Ruang dan Bentuk pada Gereja Pohsarang. Jurnal Ruas 15 (1), 35-47.
  3. Bachtiar, F. (2017). Tektonika dan Ragam Akulturasi Arsitektur Rumah Tinggal di Sendangharjo Tuban. Jurnal Permukiman, 108-115.
  4. Beddu, S. (2015). Arsitektur Rumah Berpanggung Terapung yang “Sustainable” di Lahan Berair. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia 6 (2).
  5. Devi, S. (2016). Orang Rejang dan Hukum Adatnya: Tafsiran Atas Kelpeak Ukum Adat Ngen Ca’o Kutei Jang Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Antropologi 18 (1), 39-50.
  6. Faisal, G. (2013). Tipomorfologi Rumah Suku Talang Mamak Studi Kasus Di Kecamatan Rakit Kulim Indragiri Hulu Riau.
  7. Lisa, N. P., & Nurhaiza. (2017). Pengaruh Adaptasi Arsitektur Tropis Pada bangunan Kolonial di Koridor Jalan Blang Mee Samudera Pase. Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan (pp. 111-118). Cirebon: IPLBI.
  8. Rapoport, A. (1969). House, Form and Culture. Prentice-Hall International, Inc. London.