Kriteria Pemilihan Ruang Aman bagi Tenaga Kesehatan pada Saat Bencana

by

Rita Laksmitasari Rahayu

Program Studi Doktor Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi

https://doi.org/10.32315/jlbi.9.1.31

Abstrak

Rumah sakit perlu dirancang sehingga tenaga kesehatan dapat membantu evakuasi pasien dengan mudah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui ruang aman untuk evakuasi yang dipilih oleh tenaga kesehatan pada saat bencana. Data dikumpulkan dengan kuesioner daring, yang dibagikan kepada tenaga kesehatan menggunakan non-random sampling. Data teks yang terkumpul dianalisis dengan analisis isi. Dari hasil analisis terungkap tenaga kesehatan cenderung memilih ruang aman untuk evakuasi karena kemudahan akses, ketiadaan penghalang, dan kekuatan bangunan. Kemudahan akses terutama mewakili makna kemudahan keluar dari bangunan. Ketiadaan penghalang mewakili makna ruang luas dan terbuka. Kekuatan bangunan memiliki arti bangunan dapat menjadi pelindung dari bencana. Kelompok ruang yang dianggap aman oleh tenaga kesehatan yaitu kelompok ruang pelayanan penunjang non klinik, kelompok pelayanan medik, dan halaman. Kelompok ruang pelayanan non klinik misalnya ruang rapat, mushola, ruang tunggu. Kelompok pelayanan medik misalnya ruang dokter, ruang konsultasi, laboratorium.

Kata-kunci : evakuasi, kategori, kuantitatif, ruang aman, rumah sakit.

Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia 9 (1), 31-35
Download PDF

Daftar Pustaka

  1. Carpman, J. & Grant, M. (1993). Design that cares: Planning health facilities for patients and visitors (2nd ed.). Chicago: American Hospital Publishing.
  2. Creswell, J. W. (2014). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 4th edition. Thousand Oaks, CA, SAGE.
  3. Disaster Risk Management-Document Series, Awarness, Training, Education Seismice Safety of Non-Structural Elements & Contents of Hospital Building. (2007). GoI-UNDP Disaster Risk Management Programme. India
  4. Groat, L. & Wang, D. (2002). Architectural Research Methods. New York: John Wiley & Sons. Inc.
  5. Iftandi, I., Jauhari, W. A., & Nugroho, B. (2011). Perancangan Peta Evakuasi Menggunakan Algoritma Floyd-Warshall untuk Penentuan Lintasan Terpendek: Studi Kasus. Performa, 10 (2), 92-104
  6. Johanes, M. & Yatmo, Y. A (2018). Application Of Visibility Analysis And Visualisation In Hospital Wayfinding Sign Design. Dimensi − Journal of Architecture and Built Environment, 45 (1), 1-8.
  7. Nateghi-Alahi, Fariborz & Izadkhah, Y. O. (2004). Earthquake Mitigation In Health Facilities In Mega City Of Tehran. 13 th World Conference on Earthquake Engineering Vancouver. Canada: Paper No. 3116.
  8. Neuman, W. Lawrence (2017). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approarch, 7th edition. Boston: Pearson Education. Inc.
  9. Rooke. C. N., Tzortopolous. P., Koskela. L. J., & Rooke. J. A. (2009). Wayfinding: Embedding Knowledge In Hospital Environments. Proceedings HaCIRIC Improving Healthcare Infrastructures Through Innovation. Brighton UK: 158-167.
  10. Taranath, B. S (2005). Wind and Earthquake Resistant Buildings Structural Analysis and Design. New Jersey: Marcel Dekker.