Kinerja Sistem Ventilasi Alami Ruang Kuliah

by

Baharuddin Hamzah1, M. Ramli Rahim2, Muhammad taufik Ishak3, Sahabuddin4

1,2,3 Lab. Sains dan Teknologi Bangunan, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
4 Mahasiswa Program Doktor, Lab. Sains dan Teknologi Bangunan, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.

https://doi.org/10.32315/jlbi.6.1.51

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi performa ventilasi (kondisi existing) ruang kuliah yang ada di tiga kampus yaitu Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT-Unhas), Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (FT-UMI), dan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar (FT-Unismuh). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dan survei, analisis menggunakan metode simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics). Parameter input dalam simulasi diperoleh melalui pengukuran di lapangan berupa dimensi ruang kuliah, luas bukaan ventilasi, dan parameter iklim mikro. Simulasi dilakukan pada kondisi bukaan maksimum pada sistem ventilasi existing dengan perlakuan pintu kelas terbuka dan tertutup. Perlakuan terhadap kecepatan angin untuk input (v) adalah 0,25m/det, 0,5m/det, 0,75m/det dan 1,00m/det. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ventilasi eksisting ruang-ruang kuliah dari tiga kampus yang diteliti, hasil terbaik diperoleh di ruang kuliah FT-Unhas Gowa. Dengan rasio bukaan 16,59-22,76% dari luas lantai, sistem ventilasi ruang kelas ini cukup baik untuk mengalirkan dan mendistribusikan pergerakan udara yang nyaman di dalam ruang terutama pada kecepatan angin di atas 0,5m/det.

Kata-kunci : aliran udara, kenyamanan termal, ruang kuliah, simulasi CFD, sistem ventilasi alami

Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia 6 (1), 51-58
Download PDF

Daftar Pustaka

  1. Ashgriz, N. dan Mostaghimi, J. (2002). An introduction to computational fluid dynamics. Fluid flow handbook. McGraw-Hill Professional.
  2. Baharuddin, Ishak, M.T. Beddu, S. Yahya, M. (2012). Kenyamanan Termal Gedung Kuliah Bersama Kampus Baru Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Prosiding Semesta Arsitektur Nusantara SAN 1, Malang 12 Desember 2012.
  3. Busato, L. (2003). Passive cooling and energy efficient strategies for the design of a hotel on the Southern coast of Pernambuco, Brazil. LEARN, London Metropolitan University.
  4. Chenvidyakarn, T. (2007). Passive design for thermal comfort in hot humid climates. Journal of Architectural/Planning Research and Studies, 5 (1): 3-27.
  5. Cherian, R. (2011). Natural ventilation for high-rise buildings in a hot humid clim. Makalah disajikan dalam Network for Comfort and Energy Use in Buildings (NCEUB), London.
  6. Geetha, N. dan Velraj, R. (2012). Passive Cooling Methods for Energy Efficient Buildings With and Without Thermal Energy Storage–A Review. Energy Education Science and Technology Part A: Energy Science and Research. 29 (2): 913-946.
  7. Gratia, E. Bruyere, I. dan De Herde, A. (2004). How to use natural ventilation to cool narrow office buildings. Building and Environment, 39 (10): 1157-1170.
  8. Huda, L.N. dan Pandiangan, K.C. (2012). Kajian Termal Akibat Paparan Panas dan Perbaikan Lingkungan Kerja. Jurnal Teknik Industri. 14 (2): 129-136.
  9. Indrani, H. C. (2010). Kinerja Ventilasi Pada Hunian Rumah Susun Dupak Bangunrejo Surabaya. Dimensi Interior, 6 (1): pp. 9-23.
  10. Karyono, T.H. (2010). Green Architecture: Pengantar Pemahaman Arsitektur Hijau di Indonesia. Rajawali Pers.: Jakarta.
  11. Kurowski, P.M. (2013). Thermal Analysis with SolidWorks Simulation 2013. SDC Publications.
  12. Kurowski, P.M. (2016). Thermal Analysis with SOLIDWORKS Simulation 2016 and Flow Simulation 2016. SDC Publications.
  13. Latif, S. (2013). Rekayasa Pengaliran Udara Untuk Kenyamanan Termal Ruang Dengan Metode Simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Tesis tidak dipulikasikan. Makassar: Program Pascasarjana Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin.
  14. Latif, S. Hamzah, B. & Ihsan, I. (2014). Pengaliran Udara untuk Kenyamanan Termal Ruang Kelas dengan Metode Simulasi Computational Fluid Dynamics. Sinektika, 14 (2): 209-216.
  15. Lechner, N. (2007). Heating, Cooling, Lighting: Metode Desain untuk Arsitektur. (Penerjemah, S. Sandriana). PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta.
  16. Liping, W. dan Hien, W. N. (2007). The impacts of ventilation strategies and facade on indoor thermal environment for naturally ventilated residential buildings in Singapore. Building and Environment. 42 (12): 4006-4015.
  17. Raja, I.A. Nicol, J.F. McCartney, K.J. dkk. (2001). Thermal comfort: use of controls in naturally ventilated buildings. Energy and building.  33 (3): 235-244