Kajian Empiris Kerusakan Konstruksi Atap Akibat Gempa Bumi Kasus: Padang, Halmahera, Aceh, Lombok, Jogja, Palu, NTT

by

Ch. Koesmartadi1, Christian Moniaga2, Gustav Anandhita3

1,2,3 Rumbang Teknologi Bangunan, Prodi Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Katolik Soegijapranata.

https://doi.org/10.32315/jlbi.9.1.26

Abstrak

Kepulauan Indonesia dilalui oleh jalur gempa bumi, dan seringkali peristiwa gempa bumi yang biasanya memakan korban baik manusia maupun rumah-rumah penduduk. Pada umumnya jatuhnya korba dikarenakan gempa itu sendiri melainkan terkena runtuhan atap. Oleh karenananya tujuan tulisan ini adalah mencari tahu sebab terjadinya keruntuhan atap yang cenderung lepas dari tumpuannya, padahal model tumpuan atap sudah digunakan sejak lama, dan selalu berulang digunakan juga terjadi bentuk keruntuhan yang hampir mirip. Data diambil dari beberapa peristiwa gempa bumi yang korbannya adalah masyarakat pengguna bangunan berangka atap. Dari pengamatan empiris kemudian dilakukan analisis secara kualitatif guna melihat tingkat kerusakan bangunan. Hasil menunjukan kerusakan berupa kuda-kuda yang terlepas dari tumpuan dan roboh kebawah atau roboh akibat secara struktur berbentuk empat titik sehingga tiang penyangga dari pondasi ke kuda-kuda roboh kesamping karena tiang tidak berfungsi sebagai pengaku. Penyebab keruntuhan adalah momen horizontal yang berada di tengah atap sehingga ayunan horizontal menjadi besar dan mengalahkan tumpuan.

Kata-kunci : jurnal, naskah, panduan, penulisan, template

Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia 9 (1), 26-30
Download PDF

Daftar Pustaka

  1. Ildham, N. C. (2014) Prinsip-prinsip Desain Arsitektur Tahan Gempa. Penerbit Andi
  2. Heinz, F. &, Mulyani.(2006). Bedoman Bangunan tahan gempa. Penerbit Kanisius & LMB
  3. Schodek, D. L. (1999). Struktur Penerbit Erlangga
  4. Heinz, F., Setiawan. (2001) Ilmu konstruksi struktur bangunan. Penerbit Kanisius & Soegijapranata University Press
  5. Josef, P. (2006) Arsitektur Jawa. Wastu Lanas Grafika